Menteri Keuangan Sri Mulyani buka suara usai rumahnya dijarah.
Di tengah tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintah, sejumlah rumah pejabat negara menjadi sasaran kemarahan massa.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penjarahan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi sorotan publik setelah potongan video yang menampilkan dirinya seolah-olah menyebut guru sebagai “beban negara” viral di media sosial.
Video tersebut memicu kemarahan luas, terutama dari kalangan pendidik, aktivis pendidikan, dan masyarakat umum yang menilai pernyataan itu merendahkan profesi guru dan dosen.
Namun, Kementerian Keuangan segera mengklarifikasi bahwa video tersebut adalah hasil manipulasi digital berbasis teknologi deepfake.
Dalam pidato aslinya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB, Sri Mulyani justru menyoroti rendahnya gaji guru dan dosen sebagai tantangan serius bagi keuangan negara.
Ia mempertanyakan apakah seluruh pembiayaan pendidikan harus ditanggung APBN, atau perlu ada partisipasi masyarakat dalam mendukung kesejahteraan pendidik.
Meski klarifikasi telah disampaikan, dampak dari narasi hoaks tersebut tetap terasa. Ketegangan sosial meningkat, dan Sri Mulyani menjadi sasaran kritik tajam di berbagai platform.
Di tengah situasi yang memanas, rumah pribadi beliau di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah oleh massa tak dikenal pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025.
Kronologi Umum Penjarahan
Penjarahan rumah Sri Mulyani terjadi pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025, dalam dua gelombang.
Massa yang berjumlah ratusan orang mulai berkumpul di depan kompleks perumahan sejak pukul 00.30 WIB.
Mereka bergerak secara terorganisir, diduga mengikuti aba-aba berupa bunyi kembang api.
Gelombang pertama penjarahan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB, diikuti gelombang kedua pada pukul 03.00 WIB.
Barang-barang rumah tangga seperti elektronik, perabot, dan lukisan diangkut oleh massa yang tidak dikenal, sebagian di antaranya membawa senjata tajam dan drone.
Saat kejadian, Sri Mulyani tidak berada di rumah. Beberapa kerabat yang tinggal sementara di sana segera diungsikan ke rumah tetangga.
Petugas keamanan tidak mampu membendung jumlah massa yang diperkirakan mendekati seribu orang. Setelah kejadian, rumah dijaga ketat oleh aparat TNI dan Satpol PP.
Warga sekitar menyebut penjarahan ini sebagai tindakan yang menakutkan dan janggal, karena pelaku berasal dari berbagai daerah dan tampak terkoordinasi.
Respons terhadap Isu Mundur
Pasca penjarahan, spekulasi mengenai kemungkinan Sri Mulyani mundur dari jabatannya mulai beredar di media sosial dan forum publik.
Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara tegas membantah isu tersebut. Dalam konferensi pers singkat, Airlangga menyatakan:
“Bu Sri Mulyani tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan. Tidak ada pembicaraan soal pengunduran diri. Fokus kami saat ini adalah pemulihan situasi dan menjaga stabilitas fiskal.”
Poin-Poin Pernyataan Sri Mulyani
Berikut kata-kata Sri Mulyani yang diunggah di Instagram pribadinya @smindrawati.
1. Terima Kasih atas Simpati dan Dukungan Publik
Sri Mulyani membuka pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan simpati, doa, dan dukungan moral.
Ia menyebutkan secara eksplisit berbagai kelompok masyarakat—guru, dosen, mahasiswa, pelaku UMKM, media massa, hingga netizen—yang telah menyampaikan kritik, sindiran, bahkan makian.
Menurutnya, semua itu adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat umum... yang terus menerus menyampaikan masukan, kritikan, sindiran bahkan makian, juga nasihat. Juga doa dan semangat untuk kami berbenah diri. Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia.”
2. Refleksi atas Perjuangan Politik
Ia menegaskan bahwa membangun Indonesia adalah perjuangan yang tidak mudah, penuh risiko, dan sering kali berbahaya.
Politik, menurutnya, adalah perjuangan kolektif untuk tujuan mulia bangsa, bukan arena kepentingan pribadi.
“Saya memahami membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya. Para pendahulu kita, telah melalui itu.”
3. Komitmen terhadap Konstitusi dan Hukum
Sri Mulyani menekankan bahwa sebagai pejabat negara, ia disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan seluruh UU yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa UU disusun melalui proses demokratis yang melibatkan pemerintah, DPR, DPD, dan partisipasi masyarakat secara terbuka.
“Ini bukan ranah atau selera pribadi. UU disusun melibatkan Pemerintah, DPR, DPD, dan Partisipasi Masyarakat secara terbuka dan transparan.”
Ia juga mengingatkan bahwa jika publik merasa hak konstitusionalnya dilanggar, tersedia mekanisme hukum seperti judicial review ke Mahkamah Konstitusi dan gugatan ke Mahkamah Agung.
4. Penolakan terhadap Kekerasan dan Anarki
Dalam pernyataannya, Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk menjaga demokrasi dengan cara yang beradab, bukan dengan intimidasi, penjarahan, atau kekerasan.
Ia menyebut bahwa memperbaiki demokrasi harus dilakukan melalui dialog dan sistem hukum, bukan melalui tindakan destruktif.
“Tugas kita terus memperbaiki kualitas demokrasi dengan beradab, tidak dengan anarki, intimidasi serta represi.”
5. Nilai-nilai Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Ia menegaskan bahwa tugas negara harus dijalankan dengan amanah, kejujuran, integritas, dan profesionalisme.
Ia menyebut bahwa pejabat negara dilarang korupsi dan harus memiliki kepekaan terhadap suara rakyat.
“Tugas tidak mudah dan sangat kompleks, memerlukan wisdom—empati, kepekaan mendengar dan memahami suara masyarakat.”
6. Permohonan Maaf dan Komitmen Perbaikan
Sri Mulyani mengakui bahwa masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan tugas negara. Ia menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan sistem pemerintahan.
“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus.”
7. Doa dan Ajakan Cinta Tanah Air
Pernyataan ditutup dengan doa agar Indonesia diberkahi dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ia mengajak masyarakat untuk tidak pernah lelah mencintai Indonesia.
“Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia”
Profil Sri Mulyani
Sri Mulyani Indrawati merupakan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang masih aktif menjabat sebagai Menteri Keuangan di Era Jokowi sejak 27 Juli 2016.
Wanita kelahiran 26 Agustus 1962 itu adalah seorang ekonom terkemuka Indonesia berdarah Jawa, kedua orang tuanya berasal dari Kebumen, Jawa Tengah.
Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 1 Juni 2010.
Sri Mulyani dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.
Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.
Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.
Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu.
Pada tahun 2004 silam, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.
Kemudian, pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan, menggantikan Jusuf Anwar.
Selama menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani banyak menorehkan prestasi.
Di antaranya menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pinjaman, dan mengelola utang serta memberi kepercayaan pada investor.
Reformasi Kementerian Keuangan yang dinahkodainya berjalan dengan baik, sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan di Era Jokowi
Sri Mulyani sempat menjabat Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Jabatan itu berlanjut saat Jokowi menjadi Presiden RI.
Kembalinya Sri Mulyani merupakan kejutan bagi banyak pihak dan dianggap sebagai salah satu langkah terbaik yang pernah diambil oleh Jokowi selama dia menjabat.
Pada tahun pertamanya kembali menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani langsung melakukan sejumlah gebrakan, antara lain memangkas Rp6,7 triliun belanja Kementerian dan Lembaga yang dinilainya tidak efisien.
Kemudian menahan Rp19,4 triliun Dana Alokasi Umum (DAU) ke 165 daerah dikarenakan posisi kas daerah yang masih tinggi.
Menunda pengucuran dana tunjangan profesi guru ke Pemerintah daerah dikarenakan adanya temuan kelebihan anggaran.
Selain itu, juga melobi langsung para pengusaha besar untuk meyakinkan mereka berpartisipasi dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty.
Sri Mulyani dianggap mampu memperbaiki sistem perpajakan Indonesia lewat program pengampunan pajak (tax amnesty) yang mana realisasi pembayaran tebusannya jauh melebihi proyeksi Bank Indonesia.
Dia juga menjadi sorotan karena berhasil menagihkan pajak perusahaan raksasa Google dan Facebook.
Pada tanggal 23 Oktober 2019, Sri Mulyani kembali dilantik dan dipercaya untuk membantu Jokowi sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Jabatan ini adalah jabatan Menteri Keuangan keempat kalinya bagi Sri Mulyani pada kabinet yang berbeda.
Penghargaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di IMF-World Bank Group Annual Meetings di Singapura.
Selain itu, dia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan terbaik untuk tahun 2006 oleh majalah Euromoney.
Pada bulan Februari 2018, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali menjadi "Best Minister in the World" pada World Government Summit di Dubai.
Masih pada tahun yang sama, di bulan Oktober 2018, Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific".
Gelar tersebut diberikan saat berlangsungnya IMF-World Bank Group Annual Meetings di Bali.
Pada tahun 2019, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia.
Penghargaan ini diperoleh tiga tahun berturut-turut setelah sebelumnya diperoleh pada tahun 2017 dan 2018.
Pada bulan Oktober 2020, Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific, merupakan penghargaan atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Lalu, pada Februari 2021, Sri Mulyani terpilih sebagai Co-Chairs Coalition of Finance Ministers for Climate Action (CFMCA) 2021-2023.
Koalisi ini merupakan forum yang bertujuan mendukung upaya kolektif para menteri keuangan negara-negara anggota dalam menggunakan kebijakan fiskal, pengelolaan keuangan publik, dan mobilisasi pendanaan perubahan iklim untuk mendorong aksi perubahan iklim di tingkat domestik dan global.
Pada 11 Oktober 2021, Sri Mulyani juga menerima Distinguished Leadership and Service Award dari The Institute of International Finance.
Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa dan konsisten terhadap perekonomian global dan sistem keuangan melalui kepemimpinan mereka.
Terbaru, pada tanggal 12 Desember 2023, Sri Mulyani menerima gelar kehormatan Honoris Causa Doctor of Laws dari Australian National University (ANU) sebagai pengakuan atas kontribusi dan kerja keras dalam pembangunan ekonomi, baik di Indonesia maupun internasional.
Riwayat Pendidikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada 1986.
Ia kemudian memperoleh gelar Master dan Doctor di bidang ekonomi dari University Illinois at Urbana-Champaign pada 1992.
Riwayat Organisasi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Co-Chair of the Pathways for Prosperity Commission on Technology and Inclusive Development bersama Melinda Gates
Co-Chair of the World Economic Forum on ASEAN and sits on the Board of UNICEF’s Generation Unlimited Initiative
Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia periode 2019-2023 (*)

Posting Komentar
Posting Komentar