Sejak beberapa waktu terakhir, Pusat Pelaporan Analisis Keuangan atau PPATK ramai menjadi perbincangan.
Hal itu terjadi menyusul kebijakan yang menuai pro dan kontra.
Ya, PPATK memblokir rekening dormant atau rekening yang tidak aktif bertransaksi.
Sejumlah orang bahkan mengaku tidak mendapat pemberitahuan ketika rekeningnya diblokir.
Lewat pernyataan di Instagram, PPATK menyebut kebijakan itu sudah sesuai dengan UU No 8 Tahun 2010.
"Untuk melindungi masyarakat dan sistem keungan, PPATK menghentikan sementara transaksi pada sejumlah rekening dormant, sesuai dengan UU No 8 Tahun 2010"
PPATK memastikan uang dalam rekening yang diblokir aman.
Bagi pemilik rekening yang keberatan bisa mengisi formulir lewat link yang diumumkan.
Jika tidak ditemukan adanya indikasi kejahatan, rekening tersebut bisa kembali normal.
Sementara itu pendakwah ustaz Dasad Latif menjadi salah satu pihak yang merasakan sendiri rekeningnya diblokir PPATK.
Melalui curhatan di Instagram, ia mencurahkan kronologi kejadian.
Ustaz Dasad Latif ternyata menyimpan uang untuk keperluan pembangunan masjid.
"Saya hari ini berencana membayar besi dan semen untuk pembangunan masjid saya, jadi saya datanglah mengambil uang yang saya tabung di bank pemerintah.
Setelah saya tiba ternyata rekening saya diblokir karena tidak aktif selama tiga bulan, saya bingung kenapa diblokir.
CURHATAN DASAD LATIF - Potret Ustaz Dasad Latif diambil dari Instagram pada Jumat (8/8/2025). Ustaz Dasad Latif curhat rekeningnya diblokir PPATK. (Instagram @dasadlatif1212)
Alasannya katanya supaya menghindari hal-hal negatif, setahu saya, selalu diiklankan oleh negara ayo menabung.
Menabunglah saya, tapi kenapa diblokir? Namanya menabung ya disimpan duitnya, kalau tidak disimpan, diambil terus bolak-balik," ujar Ustaz Dasad Latif.
Ustaz Dasad Latif pun menyentil pemerintah mengenai kebijakan PPATK.
Ia menilai kebijakan publik seharusnya tidak menyusahkan.
Ustaz Dasad Latif berharap pemerintah bisa mencari cara yang lebih elegan.
"Duit saya ini tidak banyak, saya berharap pemerintah membuat keputusan yang betul-betul elegan, tidak meresahkan masyarakat, tidak menyusahkan rakyat kecil, saya berharap kebijakan itu selalu berada pada kemaslahatan umat.
Saya tahu niat ini bagus, niat pemblokiran rekening ini baik, tapi caranya yang tidak elegan.
Apa gunanya kalian yang sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri, digaji oleh negara, yang bekerja mengelola keuangan masyarakat lalu kebijakan ini justru melahirkan keresahan dan menyusahkan masyarakat," lanjutnya.
(TribunNewsmaker.com/Febriana)


Posting Komentar
Posting Komentar