Bayi kembar Mpok Alpa, Raffi dan Raffa, tak henti menangis sejak sang ibu pergi selamanya.
Tangisan mereka seakan menjadi bahasa rindu pada pelukan yang kini takkan pernah kembali.
Aji Darmaji hanya bisa menahan pilu melihat kondisi buah hatinya semakin menurun.
Komedian Mpok Alpa meninggal dunia akibat kanker payudara stadium 4 yang dideritanya, Jumat (15/8/2025) pagi.
Ia pergi selamanya meninggalkan empat orang anak, dua di antaranya bayi kembar yang belum berusia 1 tahun.
Suami Mpok Alpa, Aji Darmaji mengungkap kondisi bayi kembarnya, Raffi Ahmad Damardina dan Raffa Ahmad Damardina usai ditinggal sang ibunda.
Aji sampai tak tega melihat keduanya lantaran terus menangis bahkan kondisi kesehatannya menurun.
Diketahui, bayi kembar Mpok Alpa dilahirkan pada pada 7 Oktober 2024 secara caesar di RSU Bunda, Jakarta Pusat.
PERJUANGAN MPOK ALPA - Potret Mpok Alpa diambil dari Instagram pada Sabtu (16/8/2025). Mpok Alpa ternyata sering memberikan kode kepada asisten ketika sakitnya kambuh waktu syuting. (Instagram @raffinagita1717 @nina_mpokalpa)
Saat melahirkan, Mpok Alpa sudah dalam kondisi sakit, bahkan menjalani pengobatan kanker sejak hamil.
Namun saat hamil, Mpok Alpa tidak bisa diberi paparan kemoterapi terlalu keras, lantaran bisa berimbas pada janin yang dikandungnya.
Setelah melahirkan, barulah dilakukan pengobatan yang cukup keras untuk melawan penyakit ini.
"Mpok Alpa sudah pengobatan bolak-balik ke Malaysia mulai dari hamil si kembar. Pengobatan tidak seberat penderita lainnya. Setelah melahirkan baru pengobatan yang cukup keras," kata Irfan Hakim.
Hal yang sama juga disampaikan Raffi Ahmad. Ia bersyukur, dalam kondisi sakitnya, Mpok Alpa bisa menjalani kehamilan dan melahirkan anak kembarnya dengan selamat.
"Kita bersyukur Raffa dan Raffi lahir dengan selamat saat Mpok Alpa melawan cancer-nya," ucap Raffi Ahmad.
Asisten Mpok Alpa, Tika mengungkap, perjuangan melawan kanker payudara saat sedang mengandung anak kembar merupakan salah satu pengorbanan terbesar dalam hidup komedian itu.
Sebab, dokter sempat menyarankan pilihan sulit, yakni menyelamatkan sang ibu atau anak yang sedang dikandung.
Dengan penuh keyakinan, Mpok Alpa langsung meminta agar anaknya yang diselamatkan.
"Pas mau melahirkan, dia disuruh pilih sama dokter mau pilih anak atau ibunya. Beliau bilang, 'Selametin anak saya'," kata Tika.
Berkat kekuatan ibu 4 anak itu, Mpok Alpa dan anak kembarnya bisa melewati proses melahirkan dengan selamat.
Jauh sebelum kabar duka datang, Mpok Alpa sempat mengaku sulit memberikan ASI untuk anak kembarnya.
Saat itu, belum ada yang mengetahui Mpok Alpa mengalami sakit keras, selain orang terdekatnya.
Meski kesulitan, Mpok Alpa tetap berusaha memberikan ASI untuk bayi kembarnya itu.
"Sulit banget, tapi gue punya trik," katanya, dikutip dari Wartakota.
Kondisi anak kembar Mpok Alpa
Usai ditinggal meninggal, anak kembar Mpok Alpa seakan ikut merasakan kehilangan mendalam atas kepergian ibunya.
Aji Darmaji, menuturkan bahwa malam setelah istrinya meninggal dunia, Raffi dan Raffa rewel tanpa henti.
Ia sempat mencoba memberikan pakaian terakhir yang dikenakan Mpok Alpa untuk ditempelkan di tubuh si kembar.
Upayanya berhasil, sebab usai ditempelkan, tangis mereka langsung mered.
Namun, tak lama kemudian kondisi kesehatan Raffi dan Raffa menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Rupanya, Raffi dan Raffa mengalami diare yang membuat Aji semakin terpukul.
"Hati yang nggak tega gitu ya. Ya Allah masih kecil emaknya sudah nggak ada," ujarnya.
Ia lantas mengingat betapa besar perjuangan Mpok Alpa melawan sakit kanker payudara sekaligus mengurus anak.
Apalagi, si kembar yang bisa langsung tidur nyenyak hanya dengan pelukan hangat dari sang ibu.
Kenangan itu membuat Aji kembali menitikan air mata.
"Saat ini buat saya anak nomor satu, kami ingin anak-anak harus bisa lebih pintar, lebih cerdas dari orang tuanya," ucap Aji.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)


Posting Komentar
Posting Komentar