Agus Salim, korban penyiraman air keras rupanya ketar-ketir usai melaporkan Pratiwi Noviyanthi.
Agus diam-diam menghubungi Denny Sumargo soal laporannya ke Teh Novi.
Meminta masukan Densu, Agus Salim dan keluarganya dinasihati soal uang donasi.
Agus dan keluarga akhirnya mengaku menyesal karena terancam tak dapat kuasai uang donasi lagi.
Terkait uang donasi itu, Pratiwi Noviyanthi mengaku kredibilitasnya sebagai pemilik yayasan dipertaruhkan.
Sebab menurut Teh Novi, uang donasi itu adalah amanah masyarakat Indonesia yang peduli kepada Agus.
"Kalau saya membiarkan ini, nanti yayasan saya dipertanyakan. Mba Novi itu kemarin uang donasi sudah dipakai buat operasi? buat apa aja? Itulah gunanya transparansi," kata Pratiwi Noviyanthi dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (22/10/2024).
Kini Teh Novi pun mengaku bingung uang sisa donasi akan digunakan untuk apa, karena Agus mengaku sudah tidak ingin menyembuhkan matanya.
Apalagi selama ini tidak ada komunikasi yang baik antara Agus dan keluarganya dengan Pratiwi Noviyanthi.
"Saya mencoba membangun itu semua (komunikasi), tapi buktinya sekarang saya malah dilaporkan. Orang yang berjuang, saya yang speak up untuk Mas Agus, saya orang pertama yang berjuang untuk Mas Agus," kata Teh Novi.
Pratiwi Noviyanthi juga membongkar fakta lain soal mutasi Rp 98 juta untuk pelunasan rumah.
Rupanya uang untuk pelunasan rumah itu nominalnya tidak seperti yang disebutkan pada podcast sebelumnya.
"Mutasi ada Rp 35 juta untuk pelunasan rumah. Jadi pelunasan rumah bukan Rp 98 juta. Transfer ke luar Rp 20 juta, transfer ke rekening orang Rp 10 juta, ada bayar Tokopedia, ada bayar Shopee," tutur Novi.
Saat ditanyakan soal itu, keluarga Agus pun meminta maaf melalui pengacara Novi dan mengaku akan membuat klarifikasi ke Denny Sumargo.
"Dia minta maaf dan mau klarifikasi di Bang Denny, di saya, kok ujug-ujug laporin saya," kata Novi lagi.
Kemudian Pratiwi Noviyanthi mengaku melihat ada petisi yang dibuat oleh netizen soal uang donasi tersebut.
"Mereka minta uangnya dikembalikan atau diserahkan ke orang-orang yang benar-benar membutuhkan, petisi yang bikin netizen," kata Te Novi.
Denny Sumargo pun meminta Pratiwi Noviyanthi untuk memfasilitasi keinginan netizen itu.
"Iya, tapi berarti yang Rp 98 juta harus dikembalikan dong, oleh atas nama Miftahul Jannah, yaitu Mba Fia anak Wawa," kata Novi lagi.
Sementara itu sisa uang donasi ada sekitar Rp 1,3 miliar lagi.
"Kemarin Rp 1 M ditransfer ke yayasan kami, Rp 300 juta sudah ditransfer ke yayasan. Kemarin sudah terpakai untuk biaya rumah sakit, pakai cuma Rp 3,1 juta sama berapa gitu," jelas Novi.
Dari sisa uang donasi itu, Pratiwi Noviyanthi sebenarnya ingin membawa Agus berobat ke Singapura.
"Tapi aku kan bukan donatur, bukan keluarga, aku hanya volunteer. Kita mau berjuang pun sekarang keluarga sudah tidak berkenan ya mau gimana," kata dia.
Teh Novi juga mengaku kalau dirinya tidak takut jika yayasannya akan diaudit seperti yang disampaikan Farhat Abbas.
"Saya tidak takut untuk diaudit yayasan kami, silakan karena kita selama ini transparan. Saya lebih cenderung kecewa oleh ucapan yang diucapkan Mas Agus," ungkapnya.
Akhirnya Denny Sumargo pun mengaku akan mengganti uang yang sudah dipakai Agus dan keluarganya ke yayasan milik Novi.
"Uang Rp 98 juta itu yang mereka sulit untuk bayar, menurut saya mereka akan berat untuk bayar, biar gw talangin," kata Densu.
"Intinya uang itu balik utuh sesuai mutasi, daripada jadi panjang kali lebar menurut gw. Jadi gw ngerasa kayak buat apa kebaikan itu kalau hanya membuat orang jadi tercerai berai," tambahnya.
Selain itu, Densu juga mengaku dihubungi oleh Agus dan keluarganya.
"Mereka mengakui dan menyesali apa yang sudah terjadi. Mereka minta masukan saya, saya bilang nanti saya tanya Novi," kata Denny Sumargo lagi.
Kemudian ia pun memberikan masukan pada Agus dan berharap bisa mengambil hikmah dari kasus ini.
"Saya bicara ke keluarga Mas Agus, gak akan ada untungnya. Semoga semua ini jadi pelajaran, yang bantu harus tahu uangnya ke mana, yang dibantu harus tahu bagaimana bersikap atas uang itu," tandasnya. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar