Ini dia sosok pedangdut kenamaan Anisa Bahar.
Sosok Anisa Bahar viral di media sosial dan sedang jadi buah bibir warganet karena menjadi salah satu artis yang gagal menjadi anggot legislatif atau caleg di Pemilu 2024.
Anisa Bahar yang bernama asli Ani Setiawati ini ternyata baru pertama kali terjun ke dunia politik.
Namun nahas, uang miliaran habis sampai jual mobil juga ludes, bahkan suara yang didapat tak seperti yang diinginkan.
Wanita kelahiran Jakarta, 25 November 1976 silam ini dikenal masyarakat luas setelah mempopulerkan 'Goyang Patah-patah' sebagai ciri khasnya.
Anisa Bahar diketahui pernah menikah dengan Memo Sanjaya, namun keduanya bercerai pada 1997 silam.
Pernikahan mereka dikaruniai dua anak perempuan, Jelita Bahar dan Juwita Bahar.
Setelah itu dia menikah kembali dengan Esha Fauzan Prasetya yang merupakan perwira kepolisian pada 17 Juli 2003 silam.
Dari pernikahannya ini mereka dikaruniai dua anak, Shakty Fani Pratama Setya dan Shaka Fani Putra Setya.
Simak 5 fakta termiris Anisa Bahar gagal jadi caleg di Dapil IX DPR RI Jawa Tengah:
1. Habiskan uang Rp 5 miliar
Pedangdut Anisa Bahar blak-blakan mengenai pengalaman dirinya, saat berjuang mendapatkan banyak suara dalam Pemilu 2024.
Bahkan, Anisa Bahar mengaku menghabiskan dana mencapai Rp 5 Miliar selama kampanye.
"Kurang lebih habis Rp 5 Miliar. Aku habis gak seberapa karena gak beli suara."
"Aku cuma ke dapil aja terjun 3 tahun," kata Anisa Bahar ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2024).
2. Terjun ke lapangan
Anisa Bahar mengakui selama tiga tahun turun ke Dapil untuk bisa dekat dengan masyarakatnya.
Anisa Bahar terdaftar menjadi Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah IX dari Partai Nasdem.
Berdasarkan hitung cepat Sirekap KPU RI, ia memperoleh 2371 suara.
3. Ogah beli suara
"Aku pakai uang pribadi dan jual dua mobil mewah aku. Udah gak ada mobil mewah aku, aku jalan sekarang ya pakai mobil biasa aja. Karena sudah aku jual," sambungnya.
Anisa menyebut Caleg lain hanya turun ke Dapil yang sama dengannya tiga bulan menjelang Pemilu, atau tepatnya saat melakukan kampanye.
"Yang lain cuma 3 bulan sebelum Pemilu terjunnya, habis Rp 20-30 Miliar, diduga beli suara," ucapnya.
Uang Rp 5 miliar itu diakui janda empat anak ini, bukan untuk membeli suara atau melakukan 'serangan fajar', melainkan digunakan membuat Alat Peraga Kampanye, bedah beberapa rumah warga, hingga memberikan air bersih di Dapilnya.
"Semua kebaikan yang aku lakukan eh gak keitung kebaikannya. Jadi Yang keitung tuh yang ngasih 'Wani Piro? Mana amplopnya?'. Kayak percuma berbuat baik ke masyarakat kalau tidak money politik di belakang. Ujung-ujungnya money politik," jelasnya.
4. Bedah rumah warga di dapil
Padahal sebelumnya, Anisa Bahar sudah merelakan 2 mobil kesayangannya demi untuk biaya kampanye.
Tak cukup sampai di situ, Anisa Bahar mengetuk hati rakyat melalui bedah rumah warga yang berada di dapil-nya agar layak huni.
Bahkan Anisa Bahar sudah merampungkan 15 buah rumah warga dibedah.
"Iya bener, kan aku terjunnya dari 2021 sudah mulai terjun di sana (masyarakat). Itu sekali turun buat hadiahnya aja minimal 2 juta satu lokasi, kalo dua lokasi ya 4 juta," bebernya.
Lebih lanjut, Anisa mengatakan telah melakukan bedah rumah terhadap 15 keluarga.
"Terus aku bikin kayak bedah rumah itu, sudah bedah 15 rumah," lanjutnya.
Tak hanya itu saja, ibu dua orang anak ini juga bahkan membagi-bagikan air gratis di wilayah yang terdampak kekeringan.
"Kemarin kayak misalnya kekeringan, aku turun bagi-bagi air," imbuh Anisa.
Namun, usahanya itu justru terkalahkan oleh kecurangan dengan kedok serangan fajar.
"Ternyata kayak gitu ujung-ujungnya tetep serangan fajar," tukasnya.
"Sekarang habis mobil dua, tahun lalu tabungan," seloroh Anisa lagi.
5. Tak kapok nyaleg
Meski sudah mengeluarkan uang Rp 5 miliar hingga menjual dua mobil mewahnya, Anisa mengaku tidak kapok untuk terjun ke politik dan Nyaleg lagi.
"Engga kapok, ya kedepan aku Cuma harus dipertimbangkan dalam memilih Dapil yang tepat aja," ungkapnya.
Anisa Bahar mengakui sudah mendaftarkan diri menjadi Caleg dalam dua kali pemilu, yaitu tahun 2019 dan 2024. Ia tidak kapok karena dirinya sudah siap jika tidak lolos menjadi anggota DPR RI.
"Dalam pertandingan ada menang ada kalah, aku pun sudah siap kalah. Aku bukan kayak orang orang diotaknya bagaimana bisa menang, engga. Yang penting aku sudah berbuat dan melakukan yang terbaik buat masyarakat," ujar Anisa Bahar.
(*)
(Tribunstyle/Dhimas)

Posting Komentar
Posting Komentar