infoselebb.my.id: Sosok Habib Keturunan Nabi yang Bongkar Kebaikan Tersembunyi Eko Patrio: Ratusan Masjid Dia Bangun - LESTI BILLAR

Sosok Habib Keturunan Nabi yang Bongkar Kebaikan Tersembunyi Eko Patrio: Ratusan Masjid Dia Bangun

Posting Komentar

Eko Patrio sempat dihujat karena joget parodi sound horeg di akun media sosialnya.


Video joget itu bahkan membuat rumahnya ikut jadi sasarahan kemarahan massa kala demo besar beberapa waktu lalu.


Rumah Eko Patrio hancur dijarah massa, bahkan hingga saat ini ia masih jadi sasaran hujatan warganet.


Namun siapa sangka, di balik hal itu, Eko Patrio menyimpan kebaikan yang tersembunyi.


Hal ini diungkap oleh seorang Habib keturunan Nabi bernama Habib Mahdi Assegaf.


Habib Mahdi Assegaf adalah ulama asal Bogor pemimpin Majelis Syababul Kheir.


Pria kelahiran 14 Juli 1990 di Bogor ini merupakan putra dari pasangan Habib Hamzah dan Syarifah Khodijah binti Ahmad Al-Atthas.


Ia telah menikah dengan Syarifah Khoiriyah binti Husein Al-Atthas pada awal tahun 2012.


Keluarga Habib Mahdi Assegaf adalah tokoh ulama yang terkenal di Bogor.


Melalui Instagram @syababul.kheir pada Kamis (25/9/2025), Habib Mahdi Assegaf mengunggah foto bersama Eko Patrio.


Melalui caption unggahan, ia mengungkap sejumlah kebaikan Eko Patrio yang selama ini tidak pernah terekspos.


Menurut Habib Mahdi, Eko Patrio diam-diam banyak membangun masjid, mushola, dan sekolah.


Namun hal itu tidak pernah terekspos media.


Berikut adalah cerita yang diungkap Habib Mahdi Assegaf tentang kebaikan Eko Patrio:


"Pelukan Habib Mahdi kepada Mas Eko Patrio adalah pelukan dakwah yang mengajarkan kita, jangan pernah menutup mata dari lautan kebaikan hanya karena terletak di riak prasangka. 


Saat membingkai buruk berhembus, orang mudah menghakimi tanpa tahu, padahal Mas Eko telah membuktikan cintanya pada umat dengan membangun ratusan masjid, mushola, sekolah, hingga PAUD yang menjadi cahaya bagi generasi.


Betapa besarnya amal itu, berdiri nyata di bumi dan terangkat di langit sebagai saksi. 


Setiap adzan yang berkumandang di masjid yang beliau dirikan, setiap doa anak kecil yang belajar di PAUD yang beliau bangun, setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca di mushola yang beliau persembahkan—semua itu adalah pahala yang mengalir tanpa henti.


Namun manusia sering buta karena framing. Mereka menutup mata dari kebaikan yang berbuah, dan hanya sibuk mencari noda pada lembaran yang belum tentu benar.


Di pelukan Habib Mahdi berbicara: 'Jangan pukul, tapi rangkul. Jangan caci, tapi hargai. 



Jangan padamkan cahaya dengan prasangka, tapi jagalah agar ia semakin terang.'


Mas Eko tidak pantas hanya dikenang dari isu atau tuduhan. 


Ia pantas dikenang dari ratusan rumah Allah yang ia bangun, dari sekolah-sekolah yang mendidik, dari mushola yang menjadi tempat berdoa, dan dari anak-anak kecil yang kelak menjadi generasi penerus kebaikan.


Biarlah waktu yang membuktikan, bahwa kasih lebih kuat dari caci, dan pelukan akan selalu lebih abadi dari pukulan," tulisnya.


Nasib Eko Patrio Setelah Rumah Dijarah


Politikus PAN, Eko Patrio, kini menghadapi masa-masa sulit setelah rumah mewah miliknya dijarah massa pada akhir Agustus 2025 lalu, sehingga ia terpaksa tinggal di rumah kontrakan sederhana.


Dengan penuh kejujuran, Eko mengakui bahwa rumah kontrakan yang saat ini ditempatinya berada di kawasan pinggiran Jakarta, jauh dari kenyamanan rumah lamanya.


"Ya sementara saya masih ngontrak sekarang di suatu tempat di pinggiran Jakarta," kata Eko, Sabtu (13/9/2025), sambil berusaha tetap tegar menghadapi situasi yang menimpanya.


Ia menambahkan bahwa untuk urusan rumah pribadinya, ia belum memiliki rencana pasti karena masih berharap ada rezeki agar bisa memperbaiki rumah yang sudah hancur dijarah.


"Ya gitu lah, untuk rumah saya belum kepikiran, semoga ada rezeki saya mau benerin rumah saya," sambungnya dengan nada penuh harapan.


Rumor sempat beredar bahwa Eko kabur ke luar negeri saat kerusuhan terjadi, namun ia langsung membantah tuduhan tersebut.


"Boro-boro ngumpet di luar negeri. Rumah saja sekarang ngontrak di pinggiran Jakarta, ke luar negeri gimana ceritanya," ungkap dia, membantah isu yang beredar luas.


Bagi Eko, fokus terpenting saat ini bukanlah mencari kenyamanan materi, melainkan bagaimana dirinya dan keluarga bisa kembali bangkit dari trauma yang mendalam akibat penjarahan itu.


"Buat saya yang penting bagaimana kami sekeluarga gimana bisa kedepannya mengevaluasi diri," katanya dengan nada penuh introspeksi.


Ia menegaskan bahwa dirinya ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga untuk memulihkan kondisi mental mereka.


"Kalau bicara mau ngapain lagi, saya ya mau dekat sama keluarga saja dulu, saya mau dekat dengan anak dan istri, mau berdoa sama keluarga," ujar Eko, menekankan pentingnya kebersamaan.


Lebih jauh, ia menuturkan bahwa rumah mewah yang kini luluh lantak itu sebenarnya merupakan hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun berkarier di dunia hiburan.


Eko menyebut rumah tersebut sebagai hadiah terindah yang pernah ia persembahkan untuk keluarganya.

KABAR EKO PATRIO - Eko Patrio saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024). Eko Patrio telah dinonaktifkan sebagai anggota DPR, namun ia masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN). (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

"Jujur, ini memang hasil kerja keras saya dari puluhan tahun. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala untuk memberikan yang terbaik buat keluarga saya yaitu rumah yang sudah saya bangun dari hasil jerih payah saya," kata Eko dengan mata berkaca-kaca.


Namun, bukan hanya rumah yang hancur, melainkan juga karier politik yang telah ia bangun bertahun-tahun ikut porak-poranda akibat peristiwa itu.


"Karier yang saya capai selama ini, hilang seketika pada malam itu. Ya sedih sih, tapi ya ambil hikmahnya saja," imbuh dia dengan penuh keikhlasan.


Hingga kini, Eko belum menghitung secara pasti berapa besar kerugian yang dideritanya.


Meski demikian, ia mengakui bahwa hampir seluruh isi rumahnya telah lenyap dijarah massa.


"Belum saya hitung berapa kerugiannya, tetapi semuanya habis dan ludes, tidak tersisa," ujarnya dengan suara berat.


Ia bahkan merinci bahwa pakaian, perlengkapan keluarga, hingga barang-barang pribadi anak-anaknya sama sekali tidak ada yang tersisa.


"Baik masalah baju, celana, semua punya anak juga sebagainya, tidak ada yang tersisa. Semua habis dan luluh lantah," ungkap dia.


Kondisi ini membuat Eko merasa kehilangan tidak hanya harta benda, tetapi juga kenangan dan hasil jerih payah yang selama ini ia bangun.


Meski begitu, ia mencoba mengambil sisi positif dengan menjadikan musibah ini sebagai momentum untuk lebih mendekat kepada keluarga dan Tuhan.


Eko berharap doa dan dukungan dari banyak pihak bisa menjadi semangat baru untuk membangun kembali kehidupannya yang telah porak-poranda.


Baginya, meskipun harta benda telah habis, selama ia masih memiliki keluarga yang mendukung, ia yakin mampu melewati cobaan berat ini. (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter